Trending Template

Pages

Minggu, 17 November 2013

Peluang usaha penangkaran anis merah


Anis Merah


Peluang usaha penangkaran anis merah – Saat ini anis merah merupakan salah satu jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat di Indonesia. Menurut hasil penelitian tim peneliti dari Burung Indonesia, anis merah menempati urutan ketiga dari jenis-jenis burung yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.
Popularitas anis merah sebagai burung peliharaan tidak lepas dari maraknya lomba burung berkicau yang saat ini diselenggarakan minimal setiap satu bulan sekali dan latihan bersama (latber) yang diselenggarakan minimal setiap satu minggu sekali di setiap kota. Selain volume, variasi, dan irama suara, perilaku “teler” merupakan salah satu faktor utama yang dinilai dalam lomba burung anis merah.Hal inilah yang menjadikan peluang usaha penangkaran anis merah banyak disukai pecinta burung. Penangkaran anis merah dapat menjadi peluang usaha dan menghasilkan keuntungan.
Banyak beberapa pecinta burung yang sudah menangkarkan burung yang satu ini. Apakah anda salah satu orang yang tertarik dengan peluang usaha penangkaran anis merah ini?. Berikut ada beberapa tips yang dapat anda pelajari sebelum memulai usaha penangkaran anis merah.

Tips cara penangkaran Anis Merah :
1. Menyiapkan kandang penangkaran Anis Merah yang memenuhi syarat tempat penangkaran. Bahan penting yang harus ada adalah sarang untuk bertelur dan cacing yang merupakan pakan kesukaan burung Anis Merah. Kandang penangkaran bisa berbentuk kotak dengan sekat di bagian tengah. Untuk lebih jelasnya tentang kandang bisa dilihat di Omkicau.com
2. Memilih indukan jantan yang sudah berumur 2 tahun atau lebih. Sedangkan indukan betina sebaiknya sudah pernah bertelur. Pertanda betina sudah birahi biasanya sering mengeleper dan mencuit-cuit seolah memanggil pejantan untuk dikawini.
3. Tempatkan sarang yang terbuat dari sabut kelapa dan diberi daun cemara di atasnya.
4. Kandang penangkaran dibagi menjadi dua dan diberi sekat. Bagian satu disediakan cacing beserta makanan lain, sedangkan sekat satunya diletakkan sarang yang sudah dibuat tadi.
5. Langkah selanjutnya, indukan jantan dimasukkan ke kandang penangkaran yang ada sarangnya, sedangkan si betina dimasukkan ke kandang penangkaran yang sudah disiapkan cacing dan makanan lain. Peletakkan indukan jantan pada bagian kandang yang diberi sarang dimaksudkan agar bahan sarang tersebut dimanfaatkan oleh Anis Merah jantan menarik perhatian Anis Merah betina untuk dikawini. Jika si betina sudah birahi, barulah pejantan membawakan sarang yang terbuat dari daun cemara itu dan menaruh di dekat si betina.
6. Hari pertama perlu disediakan jangkrik dan cacing dengan porsi 3 kali lipat dari biasanya agar birahi kedua indukan meningkat.
7. Pertanda Anis Merah jantan sudah birahi adalah apabila memainkan jangkrik atau cacing di mulutnya. Jika ini terjadi, segera lakukan pemberian pemberian porsi makanan lebih banyak di kandang pejantan. Sedangkan si betina cukup diberi voer agar jika masih lapar akan minta disuapi si jantan. Jika ini sering terjadi selama 3 hari berturut-turut atau lebih maka keduanya bisa disatukan agar terjadi perkawinan.
8. Jika Anis Merah sudah jodoh, harus diusahakan EF selalu tersedia dalam kandang, dan yang paling bagus EF-nya adalah cacing dan jangkrik.

0 komentar:

Blogroll

number navigation

Free Backlinks