Trending Template

Pages

Rabu, 19 Juni 2013

artikel futsal

Sejarah Futsal[sunting]
Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utaraserta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game
Peraturan[sunting]
Luas lapangan[sunting]
1.    Ukuran: panjang 25-43 m x lebar 15-25 m
2.    Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3.    Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari masing-masing tiang gawang
4.    Titik penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5.    Titik penalti kedua: 10 m dari titik tengah garis gawang
6.    Zona pergantian: daerah 5 m (5 m dari garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7.    Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8.    Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
Bola[sunting]
1.    Ukuran: 4
2.    Keliling: 62-64 cm
3.    Berat: 0,4 - 0,44 kg
4.    Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5.    Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu bahan tak berbahaya)
Jumlah pemain (per tim)[sunting]
1.    Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2.    Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
3.    Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4.    Jumlah wasit: 2
5.    Jumlah hakim garis: 0
6.    Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
7.    Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
8.    Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran yang harus memasuki lapangan
Lama permainan[sunting]
1.    Lama normal: 2x20 menit
2.    Lama istiharat: 10 menit
3.    Lama perpanjangan waktu: 2x5 menit (bila hasil masih imbang setelah 2x20 menit waktu normal)
4.    Ada adu penalti (maksimal 5 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
5.    Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
6.    Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Kejuaraan futsal terkemuka[sunting]
Piala Dunia Futsal FIFA[sunting]
·         1989 (di Roterdam, Belanda): dimenangkan Brasil
·         1992 (di Hong Kong): dimenangkan Brasil
·         1996 (di Barcelona, Spanyol): dimenangkan Brasil
·         2000 (di Guatemala): dimenangkan Spanyol
·         2004 (di Taiwan): dimenangkan Spanyol.
·         2008 (di Brasil): dimenangkan Brasil.
·         2012 (di Thailand): dimenangkan Brasil.
Piala Dunia Futsal AMF[sunting]
·         1982 (di Sao Paulo, Brasil): dimenangkan Brasil
·         1985 (di Madrid, Spanyol): dimenangkan Brasil
·         1988 (di Melbourne, Australia): dimenangkan Paraguay
·         1991 (di Milan, Italia): dimenangkan Portugal
·         1994 (di Argentina): dimenangkan Argentina
·         1997 (di Meksiko): dimenangkan Venezuela
·         2000 (di La Paz, Bolivia): dimenangkan Kolombia
·         2003 (di Paraguay): dimenangkan Paraguay.
·         2007 (di Mendoza, Argentina): dimenangkan Paraguay


Sabtu, 01 Juni 2013

Tata Tertib, Tata Cara dan Tips Sukses UKG 2013


Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat (Selasa, 07-05-2013) merelease berita bahwa Uji Kompetensi Guru Tahun 2013 (UKG Tahun 2013) akan dilaksanakan pada rentang tanggal 27 Mei – 8 Juni 2013. Untuk kepentingan pengetahuan bersama, berikut ini disajikan Tata tertib dan Tata Cara Ujian Online, serta Tips Sukses UKGberdasarkan pengalaman saya sendiri ketika mengikuti UKG pada tahun 2012.
A. Tata Tertib UKG
  1. Setelah registrasi, peserta memasuki ruangan minimal 30 menit sebelum jadwal ujian dengan menunjukkan Kartu Peserta UKG online dan identitas lainnya, yaitu: (a) Kartu peserta UKG (dicetak melalui AP2SG) oleh Dinas Pendidikan; (b) Surat tugas dari Kepala Sekolah; dan (c) Kartu identitas diri (KTP/SIM/Paspor asli) yang sah dan masih berlaku.
  2. Setiap peserta ujian tidak diperkenankan membawa buku atau referensi, kamera, handphone, alat penyimpan data (flash disk, external hardisk, kalkulator dan lain-lain) ke dalam ruangan ujian.
  3. Setiap peserta wajib mengikuti ujian sendiri dan tidak diperkenankan mewakilkan kepada orang lain. Jika ada peserta yang mewakilkan kepada orang lain dengan alasan apapun, maka haknya sebagai peserta uji kompetensi dinyatakan gugur.
  4. Peserta mengisi daftar hadir dan mendengarkan pengarahan dari tim teknis.
B. Tata Cara Ujian Online
  1. Login pada sistem ujian online sesuai dengan nomor peserta uji kompetensi guru dan NUPTK.
  2. Latihan menggunakan sistem ujian online selama 15 menit menggunakan soal ujicoba atau soal latihan
  3. Mengikuti ujian yang sesungguhnya dengan mengakses soal uji kompetensi yang disediakan.
  4. Waktu ujian akan tampil di layar komputer dan mulai menghitung mundur saat soal ujian mulai diakses.
  5. Menjawab soal ujian dengan cara memilih jawaban benar menggunakan mouse atau memilih jawaban benar dengan menekan keyboard (huruf A atau B atau C atau D).
  6. Jika terjadi salah pilih jawaban, peserta dapat memperbaiki jawaban dengan cara yang sama pada butir 7 di atas. Mengganti jawaban beberapa kali dapat dilakukan dan tidak mengurangi nilai peserta, namun harus dipertimbangkan waktunya.
  7. Soal akan muncul di layar komputer satu per satu.
  8. Aplikasi UKG online akan berhenti secara otomatis pada saat waktu ujian telah selesai. (sumber: LPMP Jawa Barat)
C. Tips Sukses UKG
Berdasarkan pengalaman mengikuti Uji Kompetensi Guru online Tahun 2012 lalu, melalui tulisan ini saya ingin berbagi tips menghadapi UKG, dengan harapan semoga Anda dapat mengikuti UKG ini secara  sukses  dan lebih sukses dari apa yang telah saya peroleh.   Tips ini saya bagi ke dalam 3 bagian: (1) Pra UKG (Persiapan),  (2) Selama UKG (Pelaksanaan); dan (3) Paska UKG
1. Pra UKG (Persiapan)
  • Pahami dan patuhi tata tertib dan tata cara ujian di atas. Dalam hal ini sebaiknya Anda lakukan simulasi pengisian soal-soal agar Anda punya gambaran umum bagaimana teknis login dan pengisian soal-soal. (unduh video tutoral ini: Video Tutorial Pelaksanaan UKG 2013, 53,51 Mb)
  • Pahami kisi-kisi Uji Kompetensi (UK) Tahun 2013, kemudian cari dan kuasai informasi dan sumber-sumber yang sekiranya relevan dengan kisi-kisi, bisa berdasarkan dari buku-buku teks ataupun sumber-sumber online. (Khusus Guru BK, Anda bisa mengunduh materi UKG Guru BK di Blog sahabat saya ini: BIMBINGAN DAN KONSELING  atau silahkan Anda telusuri materi yang tersedia di blog tentang PENDIDIKAN  ini)
  • Diskusikan materi-materi yang akan diujikan maupun teknis pengisian lainnya dengan rekan sejawat, khususnya dengan sejawat yang sama-sama akan mengikuti UKG. Hadirkan  atau datangi narasumber yang pernah mengikuti UKG dengan nilai yang memadai untuk diminta berbagi pengalaman dengan Anda.
2. Selama UKG online berlangsung (Pelaksanaan)
  • Jawablah soal-soal secara berurutan mulai dari nomor 1 sampai dengan nomor terakhir, dianjurkan jangan diacak. Berhati-hatilah dalam memilih opsi jawaban, karena opsi jawaban yang diberikan biasanya mengandung daya pengecoh (distractor) yang lumayan tinggi. Gunakan pemahaman dan logika berfikir Anda secara cermat untuk menentukan pilihan jawaban yang paling tepat.
  • Saya yakin, soal yang diberikan sudah dirancang sedemikian rupa, termasuk alokasi waktu yang disediakan. Oleh karena itu, kelola waktu yang tersedia secara cermat.  Tidak perlu tergesa-gesa, tetapi tidak perlu juga terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk mengerjakan satu soal tertentu. Anda akan bertemu dengan 3 kategori soal: (1) mudah, Anda tidak perlu menghabiskan waktu yang banyak untuk menjawabnya, dan dengan segera Anda bisa melanjutkan pengisian soal berikutnya; (2) sedang, Anda membutuhkan waktu rata-rata/normal untuk menjawabnya. Waktu normal adalah jumlah waktu yang tersedia dibagi jumlah soal; (3) sukar, Anda membutuhkan waktu lebih dari rata-rata untuk menyelesaikannya.
  •  Anda mungkin menemukan pula soal yang sama sekali Anda belum memiliki pengetahuan tentang hal yang ditanyakan. Menghadapi soal seperti ini, saya sarankan tetap diisimenggunakan intuisi Anda, dengan cara menentukan pilihan jawaban yang pertama kali terlintas di benak Anda. Perlu saya tegaskan, teknik ini hanya digunakan ketika Anda sedang kepepet dan tidak berlaku untuk semua soal.
  • Sediakan kertas kosong/buku catatan dan ballpoint untuk mencatat seluruh pilihan jawaban Anda dan dicatat setelah Anda menentukan pilihan. Beri tanda khusus untuk nomor-nomor soal yang Anda belum yakin sepenuhnya dengan  jawaban yang Anda pilih dan ketika Anda masih memiliki sisa waktu yang cukup, Anda bisa mereview jawaban yang meragukan tersebut.
  • Jangan ragu bertanya kepada petugas ruangan, apabila ada hal-hal yang belum jelas atau kendala dalam mengoperasikan komputer yang Anda gunakan, khususnya bagi Anda yang belum terbiasa akrab dengan komputer.
2. Paska UKG online
Setelah ujian berlangsung dan jika memungkinkan, Anda coba hubungi petugas untuk meminta print out atau softcopy hasil UKG Anda untuk dijadikan bahan refleksi Anda. Kemudian, Anda coba mengingat kembali soal-soal yang diberikan, kira-kira hal apa yang belum Anda kuasai dan pikirkan ke depannya bagaimana Anda harus menguasainya, baik tentang kompetensi pedagogik maupun profesional. Hasil refleksi ini juga bisa dimanfaatkan ketika Anda mengikuti PLPG.
Demikian, tips dari saya yang tentunya bukan hal yang istimewa, tetapi disini saya ingin menegaskan bahwa untuk menghadapi Uji Kompetensi Guru, kita perlu mempersiapkan segala sesuatunya secara matang dan melaksanakannya secara tepat. Lebih baik Anda berkeringat pada saat persiapan ujian, dari pada Anda harus berkeringat setelah ujian.
==================
Silahkan kunjungi pula website ini Informasi Peserta Sertifikasi Guru untuk melihat dan mengunduh materi tentang:
  • Kisi-Kisi Uji Kompetensi (UK) Tahun 2013
  • Daftar guru belum bersertifikat pendidik
  • Sertifikasi Guru dalam jabatan Tahun 2013 : Buku 1. Pedoman Penetapan Peserta
Selamat ber-UKG dan semoga sukses!

Rasa Humor Guru untuk Kelas yang Menyenangkan

Rasa humor (sense of humor) dapat diartikan sebagai kecenderungan respons kognitif individu  untuk membangkitkan tertawa, senyuman, dan kegembiraan. Para ahli medis dan psikologi sepakat bahwa rasa humor merupakan aset berharga dan amat penting untuk kesehatan dan kebahagiaan hidup, yang bisa dimiliki oleh setiap individu normal. Secara medis, rasa humor dapat membantu mengatasi rasa sakit, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan bahkan dapat memperpanjang usia. Secara sosio-psikologis, rasa humor dapat membantu mengurangi stress dan kecemasan, mempermudah interaksi sosial, dan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih baik di tengah-tengah situasi yang sulit.  Mitchell Ditkoff menyebutkan bahwa humor merupakan salah satu ciri orang inovatif. Sementara,  James C. Coleman mengatakan bahwa membangkitkan rasa humor merupakan salah satu cara untuk memelihara emosi yang konstruktif.

Dalam pandangan saya, Almarhum Gus Dur, mantan presiden kita dengan “gitu aja koq repot”-nya, Prof. Moh. Surya, anggota DPD dan mantan Ketua PB PGRI dengan “kemederkaan adalah hak segala bangsa”-nya, Mario Teguh, sang motivator kondang dengan salam super Golden Way-nya, atau Deddy Corbuzier,  mentalist yang klimis,mereka adalah contoh dari orang-orang yang memiliki rasa humor. Mereka bukan pelawak, tetapi pada saat melaksanakan tugasnya mereka kerap menyuguhkan humor yang membuat orang  tertawa dan tersenyum gembira. Rasa humor yang mereka miliki merupakan karakter kuat yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat memperkokoh penampilan profesi/jabatan yang digelutinya.
Bagi guru, memiliki rasa humor merupakan modal personal yang sangat berharga sekaligus dapat menjadi daya pikat tersendiri di mata siswanya. Rasa humor guru sangat berguna dalam upaya menciptakan iklim kelas dan pengembangan proses pembelajaran yang lebih sehat dan menyenangkan. Bahkan, Melissa Kelly menyebutkan bahwa rasa humor merupakan salah satu kunci untuk menjadi guru yang sukses. Menurut Melissa, rasa humor guru dapat meredakan ketegangan suasana dan dapat mencegah timbulnya perilaku disruptif siswa di kelas, serta bisa dijadikan sebagai cara untuk menarik perhatian siswa di kelas. Dan yang paling penting, dengan rasa humor yang dimilikinya, seorang guru akan menunjukkan bahwa dia adalah sosok orang yang memiliki kepribadian dan mental yang sehat, dapat menikmati hidup, serta mampu menjalani kehidupan kariernya secara wajar tanpa stress.
Meski di bangku kuliah tidak pernah diberikan mata kuliah yang secara khusus mengkaji tentang pengembangan rasa  humor di kelas, tetapi disini tampak terang bahwa guru perlu berlatih dan membiasakan diri untuk memiliki kemampuan mengembangkan rasa humor di kelas.
Dalam praktiknya, mengembangkan rasa humor di kelas tidak bisa dilakukan secara serampangan tetapi memerlukan cara dan kiat tersendiri. Berikut ini beberapa ide yang sering saya praktikkan di kelas.
  1. Hubungkan dengan materi yang sedang diajarkan.  Mungkin ini ide yang paling sulit untuk diterapkan karena tidak semua materi yang kita ajarkan kepada siswa bisa disisipi humor,– khususnya bagi Anda yang kurang terbiasa berartikulasi.  Tetapi jika Anda mampu melakukannya, maka humor yang dikoneksikan dengan materi pelajaran bisa diyakini sebagai bentuk reinforcement yang dapat membantu siswa untuk mencerna dan menyimpan informasi secara lebih baik dalam sistem memori jangka panjangnya.
  2. Gunakan video atau gambar yang relevan. Untuk ide yang kedua ini, mungkin tidak sesulit ide yang pertama. Cukup dengan menggunakan jasa Eyang Google atau mesin pencari lainnya, Anda bisa mencari dan menemukan aneka video dan gambar yang dibutuhkan untuk kepentingan pengembangan rasa humor di kelas. Konten video  atau gambar tidak harus persis identik dengan materi yang akan diajarkan, yang penting bisa dicari kaitannya (dihubung-hubungkan). Selanjutnya, sajikanlah video atau gambar tersebut di kelas secara atraktif. Usahakan setelah usai penayangan, mintalah kepada siswa untuk merefleksi tayangan tersebut, dikaitkan dengan materi yang sedang diajarkan.
  3. Lakukan pada waktu dan situasi yang tepat. Mengembangkan rasa humor tidak harus dilakukan sepanjang waktu pelajaran, karena Anda tidak sedang melawak di kelas. Sajikan rasa humor Anda ketika siswa Anda membutuhkannya. Misalnya, ketika siswa  mulai menunjukkan tanda-tanda kejenuhan atau ribut di kelas. Usahakan jangan mengulang topik humor yang sama pada kelas yang sama, Jika Anda mengulanginya, bukan kegembiraan siswa yang akan didapat tetapi  malah mungkin menjadi sesuatu yang  membosankan dan menyebalkan.
  4. Sampaikan secara etis dan tidak melecehkan siswa. Interaksi antara guru dengan siswa adalah interaksi pendidikan. Oleh karena itu, ketika Anda hendak menyampaikan humor di kelas harus tetap dalam bingkai pendidikan, baik dari segi konten maupun cara penyampaiannya. Hindari humor jorok dan berbau SARA, serta hindari bentuk humor yang dapat melukai harga diri seseorang, khususnya siswa, sekalipun humor itu sangat lucu dan dapat mengundang sebagian besar orang untuk tertawa dan bergembira.
  5. Mudah dipahami dan sesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa. Seorang guru berusaha mengembangkan humor tertentu di kelas, yang menurut dia humor itu sangat lucu, tetapi ternyata reaksi dari siswa malah datar-datar saja. Sangat mungkin hal ini disebabkan oleh konten humor yang terlalu tinggi sehingga sulit dicerna oleh pikiran siswa. Oleh karena itu, pilihlah secara jeli konten humor yang sesuai dengan daya tangkap siswa dan tingkat perkembangan siswa.
Begitulah ide dan pengalaman sederhana saya tentang bagaimana mengembangkan  rasa humor di kelas. Tentu masih banyak ide dan pengalaman cerdas lainnya dari Anda, dan mari kita diskusikan di ruang komentar yang telah disediakan untuk memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana mengembangkan rasa humor di kelas dan  menciptakan kelas yang lebih menyenangkan.
Selamat berhumor ria dan mari kita belajarkan siswa-siswa kita  dengan penuh suka cita agar mereka menjadi orang-orang yang berbahagia!

Blogroll

number navigation

Free Backlinks